Rabu, 11 Juli 2012

MA'AFKAN AKU BUNDA

Aku hanya punya satu hati
dan itu hanya untukMu"Bunda".
Aku hanya punya satu cinta
dan itu hanya untukMu "Bunda"
Aku hanya punya satu kehidupan
dan itupun hanya untukmu pula..."Bunda"

Waktu yang terus berputar tak kan mampu menghapusnya,
hingga takdir sekalipun tak kan bisa merubahnya.
Karena setiap asa yang kurasa,
telah ku ukir di atas langit,
dan ku tanam di dalam bumi.
Agar "Bunda" tau
bahwa cinta ini abadi selamanya 
UntukMu Bunda,
Setiap Ku ingat hanyalah "Bunda"
Kau rangkai kata2 hingga menjadi sebuah ungkapan…
Kau buka hati hingga menjadi cerminan kata…
Kata yg terungkap adlh uraian isi ht…
Isi hati yg trsayat sembilu…
Kau lalui hri wlau tnpa rsa bhgia…
Kau rangkuh wktu wlau sdih trasa…
Ibu..apakah rasa tu yg slalu engkau rasakan..??
Ibu..apakah derita Mu kan berakhir..??
Ibu..akankah rasa pedihMu brubah mnjadi sang lembayung senja..??
Ibu..ma’af kalau anakMu tak bisa membuat Mu slalu bahagia…
Lihatlah kami Bunda
Lihatlah senyum kedamaian Malam ini
Kita meminta penuh harap
Kepadamu ya Rob untuk kau Ridhoi
Kami hadir sepakat merajut angan
Sesuai bersujud ketika matahari kembali keperluan
Masi terasa pelukan do’a di atas sajadah penuh makna
Ma’afkan kami Bunda
Do’aku , do’a bunda yang penuh makna
Yang senantiasa memohonkan ampun
Dosa-dosa kita yang tak pernah berakhir
Do’amu Bunda
Sebagai penyejuk hati yang kadang pecah
Sebagai ujian dan cobaan yan g kadang abis menjebak iman kita
Malam ini mari kita berpetualang mencari ridhonya
Tuk meraih cita dan cintailah Dalam mahliga Surga .

BUNDA ENGKAULAH WANITA TERHEBAT

Sembilan bulan lamanya
Ku berada dalam rahimMu "Bunda"
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia bagi "Bunda"
Akhirnya aku lahirkedunia ini
Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu
Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat
Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia
Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa


Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda
Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya
Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal Kau "Bunda"
Lewat nada merdu
Ku ucap kata "Bunda"
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam
Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam

Ku Rindu Bunda

Ibunda...
Di tirai pagi kubersandar pada dinding kesedihan
Di senandung alam kuberbaring pada rajutan kerinduan

Ibunda...
Telah jauh jarak antara kutub-kutub tubuh kita
Membentang kerinduan didalam anak-anak sungai diujung mata kita

Ibunda...
Coba kukumpulkan keindahan dunia untuk ganti hadirmu
Coba kupilah yang terbaik untuk isi kerinduanku

Tapi bunda...
Dunia takkan mampu menggantikanmu
Pilahan yang terbaik takkan lagi coba kuisi dalam rinduku

Dunia...ah apalah arti dunia ketika surgapun ditelapak kakimu
Menopang segala yang ada ditubuh, hati dan luangan kasih sayangmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam rahimmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam gendonganmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam pangkuanmu
Hingga derita kau rasa indah demi anandamu

Lalu...kenapa hanya rindu yang ananda punya untuk ibunda

Tidak bunda...
Rindu ini hadir dalam Doa anandaMu
Agar surga selalu hadir untukMu
Bukan hanya ditelapak kakiMu

TERIMA KASIH BUNDAKU TERSAYANG



Bunda…..
kau bagai rembulan di hidupku,bagai matahari yang menyinari pagi dengan kehangatannya,&kau bagaikan bidadari dalam hidupku.
Bunda…..
betapa besar pengorbananmu pada anak2-mu,9 bulan kami ada dalam kandunganmu,
hingga kau mengorbankan nyawa saat melahirkan kami ke dunia ini & membesarkan kami dengan kasih sayangmu yang tulus sejernih air yang mengalir disurga.
Bunda…..
beribu2 ku ucapkan terima kasih padamu,
walau ucapan terima kasih ku takkan pernah cukup dengan semua pengorbanan dan kasih sayangmu selama ini.
Bunda…..
aku berjanji akan menjadi anak yang terbaik bagimu,
Aku ingat lautan yang pecah dimatamu
sewaktu aku menuju jauh lepas diderit pintu
dan wewangian nafasmu yang menyapu mukaku
pada dendang penghantar kantuk sebelum subuh
aku ingat itu
ada yang tak terserap waktu
kecupan lembut dikeningku
hangatnya sungguh tak lekang dari jiwaku
aku rindu dan rindu
mak…
aku ingin kembali pada purnama yang telah jauh
pada piawai jemarimu yang lembut mengusap rambutku
barang sekejappun aku rela
aku hanya ingin mengulang ritual menyiangi rerumputan dilaman
menyusuri pematang dengan gelak kanak kanakku di pangkuanmu
mak…
rinduku memuncak, sangat…!
padamu…
  EngkauLah kekasih abadi, hidup dan mati "Bunda"

Minggu, 08 Juli 2012

Kegelapan

gelap..
Ku tak bisa melihat
membuka mata
dan melihat lembaran
Ku hanya bisa merasakan ingin melihat dunia ini
Lembaran lama yang kelam
hingga ku tenggelam
dalam lamunan
dalam sedih yang mendalam

Ku sangat terpuruk
bagaikan mimpi buruk menerpa
bagai ombak besar menerpa

Hati ku buta
buta akan rasa
semua Hampa tiada
hilang entah kemana

hingga ku jadi dewasa
dewasa karena keadaan
karena keadaan yang membuatku dewasa
yang kembali membuka mata

Tuhan Engkaulah HarapanKu

Tuhan....
Harapan pudar bagai kabut
jatuh bagaikan hujan
menetes bagaikan tangis
aku menangis karena engkau "Tuhan"

Tuhan...
Apa yang kudapat
tak seperti yang kuingat
tak seingin yang kuucap
dan tak sebayang yang kuharap dariMu "Tuhan"

Tuhan....
Ku tersadar
akan semua KebodohanKu ini
semua kefanaan dunia ini
yang tak akan berhenti cuma sampai disini

Tuhan....
Kutahu semua ini jalan-Mu
Rintangan-Mu, siksaan-Mu
Tak terkecuali
Lihatlah aku disini, tertatih

Tuhan....
Kucoba dekati-Mu
melihat jalan dan petunjuk-Mu
dengan hatiKu, Kasih SayangMu "Tuhan"
Yang telah memberikan kepadaKu.

Tuhan...
HarapanKu hanya kepadaMu
karena aku ingin menjadi orang yang sukses
Dunia dan Akhirat
Aku merasa terpidana atas kesalahanKu sendiri
Walaupun semua telah tiada
Namun aku masih memiliki harapan

Ku Hargai KasihMu Bunda

Sejenak ku terdiam membisu
melihat lengan terbeban kepala
ku mulai berfikir
tentang apa arti keluarga

Ku termenung
dalam alunan dentang lagu
ironi ku melihat diri ini
sadis....

Lihatlah sosok disana
bunda....
seorang yang berharga
Apa kau tak merasa ?

Dia...
nyawanya seperti tak berharga
tatkala berjuang demi anaknya tercinta
titipan Yang Maha Kuasa

Ku hargai kasihmu bunda
ku percaya
aku tak bisa membalasnya
seperti yang kau berikan

Ku mencoba
tuk menjadi yang kau pinta
hanya ini yang aku bisa
ku hargai kasihmu bunda