Bunda...
Hanya Engkaulah yg aku miliki
Tiada yg aku miliki selain mu "Bunda"
Hanya Engkaulah yg aku sayangi "Bunda"
Hanya Engkaulah aku kasihi "Bunda"
Bunda...
Mungkin ini salah aku yg trllu egois
Dan jg sring menyakitimu "Bunda"
Mungkin ini salah aku yg trlalu kras kepala
Dan jg sering membuatmu nangis "Bunda"
Bunda...
Maafkan aku atas segala kesalahan ini "Bunda"
Maafkan aku atas segala kebodohan ini "Bunda"
Izin kan aku mencium Kaki mu "Bunda"
Untuk terakhir kalinya
Izin kan aku memangilmu "Bunda"
Untuk terakhir kalinya
Agar aku bisa bahagia di sisi-Nya
" I LOVE YOU"
"BUNDA"
Minggu, 15 Juli 2012
Rabu, 11 Juli 2012
PERJUANGAN TAK PASTI
Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa
Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu
Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman
Oh tuhan…….
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan
Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir
Hidupku……….
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa
Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu
Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman
Oh tuhan…….
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan
Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir
Hidupku……….
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan
JANGAN TINGGALKAN AKU
Mengapa…?
mengapa aku harus kehilangannya untuk kedua kalinya
kini aku tak mengerti…
hatiku kini retak,remuk,dan hancur…
dulu hatiku yang slalu senang saat bersamanya
kini hilang harapan itu
dia pergi…
pergi menghadap sang khaliq
seharusnya aku harus ikhlaskannya
tapi tak bisa,
air mataku trus mengalir,dan membasahi pipiku
sekarang,fikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
aku kehilangan jati diriku saat ini,karna dia…
aku hanya bisa menangis dan menagisinya,
menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
mengapa ku tak nyatakan rasaku padanya ?
sekarang, yang didepanku hanya raga tanpa nyawa
Dia pergi,Dia pergi,tinggalkanku,hanya itu ucapku
dulu waktu aku ingin ungkapkan rasaku padanya
ternyata Dia sudah memiliki orang yang dicintainya…
haruskah kurusak itu ?
tak mungkin, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati
dan hari ini, saat kuberencana ingin ucapkan rasaku
tiba-tiba aku dengar dia kecelakaan dan tewas ditempat
tak terlintas difikirku, bahwa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku
mengapa aku harus kehilangannya untuk kedua kalinya
kini aku tak mengerti…
hatiku kini retak,remuk,dan hancur…
dulu hatiku yang slalu senang saat bersamanya
kini hilang harapan itu
dia pergi…
pergi menghadap sang khaliq
seharusnya aku harus ikhlaskannya
tapi tak bisa,
air mataku trus mengalir,dan membasahi pipiku
sekarang,fikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
aku kehilangan jati diriku saat ini,karna dia…
aku hanya bisa menangis dan menagisinya,
menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
mengapa ku tak nyatakan rasaku padanya ?
sekarang, yang didepanku hanya raga tanpa nyawa
Dia pergi,Dia pergi,tinggalkanku,hanya itu ucapku
dulu waktu aku ingin ungkapkan rasaku padanya
ternyata Dia sudah memiliki orang yang dicintainya…
haruskah kurusak itu ?
tak mungkin, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati
dan hari ini, saat kuberencana ingin ucapkan rasaku
tiba-tiba aku dengar dia kecelakaan dan tewas ditempat
tak terlintas difikirku, bahwa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku
AKU TAKUT
Saat aku merasa ini adalah detik terakhir aku bernapas
Air mata jatuh dengan sendirinya,
Mengalir lembut membasahi setiap lembar kehidupan ku
Saat aku merasa tak mampu berpijak diantara tegapnya ribuan jiwa berdiri
Hati kecil ku menjerit histeris
Bukan karna aku takut untuk mati,
Tapi aku takut tabungan amal ku tidak mampu menebus khilap ku
Aku takut Tuhan enggan menerima ku menerima ku di sisi- Nya
Aku takut mereka yang telah terluka oleh Ku tak juga memaafkan ku
Masih banyak mimpi yang belum menjadi nyata
Masih banyak permohonan dan doa yang belum terwujud
Serta cerita yang tidak juga belum aku kisahkan
Tuhan, berikan aku sedikit waktu untuk tepati semua janji yang terlanjur aku buat
Serta ijinkan aku untuk buat mereka tersenyum sebelum Kau ambil nyawa Ku
Air mata jatuh dengan sendirinya,
Mengalir lembut membasahi setiap lembar kehidupan ku
Saat aku merasa tak mampu berpijak diantara tegapnya ribuan jiwa berdiri
Hati kecil ku menjerit histeris
Bukan karna aku takut untuk mati,
Tapi aku takut tabungan amal ku tidak mampu menebus khilap ku
Aku takut Tuhan enggan menerima ku menerima ku di sisi- Nya
Aku takut mereka yang telah terluka oleh Ku tak juga memaafkan ku
Masih banyak mimpi yang belum menjadi nyata
Masih banyak permohonan dan doa yang belum terwujud
Serta cerita yang tidak juga belum aku kisahkan
Tuhan, berikan aku sedikit waktu untuk tepati semua janji yang terlanjur aku buat
Serta ijinkan aku untuk buat mereka tersenyum sebelum Kau ambil nyawa Ku
KASIH SAYANG DAN CINTA BUNDA
Bunda…
Kasihmu tak sebening embun pagi
Karena kasih yang kau berikan padaku melebihi
Beningnya embun di dedaunan sana
Bunda…
Sayangmu tak seindah berlian dan permata
Karena sayang yang kau berikan padaku melebihi
Berlian dan permata yang berkilau bagai mentari
Bunda…
Cintamu tak seluas samudera Pasisik dan Hindia
Karena cinta yang kau berikan padaku melebihi
Samudera yang membentang bagai permadani
Bunda…
Kasih, sayang dan cintaku pada Bunda
Juga tak sebening embun pagi, tak seindah berlian dan permata
Tak seluas samudera Pasifik dan Hindia
Tapi kasih, sayang dan cintaku pada Bunda
Melebihi apa pun, tak sebanding yang ada di dunia ini
Aku selalu berharap semua kebahagiaan menghampiri Bunda
Dan kita dapat selalu bersama dan saling mencintai
Kasihmu tak sebening embun pagi
Karena kasih yang kau berikan padaku melebihi
Beningnya embun di dedaunan sana
Bunda…
Sayangmu tak seindah berlian dan permata
Karena sayang yang kau berikan padaku melebihi
Berlian dan permata yang berkilau bagai mentari
Bunda…
Cintamu tak seluas samudera Pasisik dan Hindia
Karena cinta yang kau berikan padaku melebihi
Samudera yang membentang bagai permadani
Bunda…
Kasih, sayang dan cintaku pada Bunda
Juga tak sebening embun pagi, tak seindah berlian dan permata
Tak seluas samudera Pasifik dan Hindia
Tapi kasih, sayang dan cintaku pada Bunda
Melebihi apa pun, tak sebanding yang ada di dunia ini
Aku selalu berharap semua kebahagiaan menghampiri Bunda
Dan kita dapat selalu bersama dan saling mencintai
MA'AFKAN AKU BUNDA
Aku hanya punya satu hati
dan itu hanya untukMu"Bunda".
Aku hanya punya satu cinta
dan itu hanya untukMu "Bunda"
Aku hanya punya satu kehidupan
dan itupun hanya untukmu pula..."Bunda"
dan itu hanya untukMu"Bunda".
Aku hanya punya satu cinta
dan itu hanya untukMu "Bunda"
Aku hanya punya satu kehidupan
dan itupun hanya untukmu pula..."Bunda"
Waktu yang terus berputar tak kan mampu menghapusnya,
hingga takdir sekalipun tak kan bisa merubahnya.
Karena setiap asa yang kurasa,
telah ku ukir di atas langit,
dan ku tanam di dalam bumi.
Agar "Bunda" tau
bahwa cinta ini abadi selamanya
hingga takdir sekalipun tak kan bisa merubahnya.
Karena setiap asa yang kurasa,
telah ku ukir di atas langit,
dan ku tanam di dalam bumi.
Agar "Bunda" tau
bahwa cinta ini abadi selamanya
UntukMu Bunda,
Setiap Ku ingat hanyalah "Bunda"
Kau rangkai kata2 hingga menjadi sebuah ungkapan…
Kau buka hati hingga menjadi cerminan kata…
Kata yg terungkap adlh uraian isi ht…
Isi hati yg trsayat sembilu…
Kau lalui hri wlau tnpa rsa bhgia…
Kau rangkuh wktu wlau sdih trasa…
Ibu..apakah rasa tu yg slalu engkau rasakan..??
Ibu..apakah derita Mu kan berakhir..??
Ibu..akankah rasa pedihMu brubah mnjadi sang lembayung senja..??
Ibu..ma’af kalau anakMu tak bisa membuat Mu slalu bahagia…
Kau buka hati hingga menjadi cerminan kata…
Kata yg terungkap adlh uraian isi ht…
Isi hati yg trsayat sembilu…
Kau lalui hri wlau tnpa rsa bhgia…
Kau rangkuh wktu wlau sdih trasa…
Ibu..apakah rasa tu yg slalu engkau rasakan..??
Ibu..apakah derita Mu kan berakhir..??
Ibu..akankah rasa pedihMu brubah mnjadi sang lembayung senja..??
Ibu..ma’af kalau anakMu tak bisa membuat Mu slalu bahagia…
Lihatlah kami Bunda
Lihatlah senyum kedamaian Malam ini
Kita meminta penuh harap
Kepadamu ya Rob untuk kau Ridhoi
Kami hadir sepakat merajut angan
Sesuai bersujud ketika matahari kembali keperluan
Masi terasa pelukan do’a di atas sajadah penuh makna
Ma’afkan kami Bunda
Do’aku , do’a bunda yang penuh makna
Yang senantiasa memohonkan ampun
Dosa-dosa kita yang tak pernah berakhir
Do’amu Bunda
Sebagai penyejuk hati yang kadang pecah
Sebagai ujian dan cobaan yan g kadang abis menjebak iman kita
Malam ini mari kita berpetualang mencari ridhonya
Tuk meraih cita dan cintailah Dalam mahliga Surga .
Lihatlah senyum kedamaian Malam ini
Kita meminta penuh harap
Kepadamu ya Rob untuk kau Ridhoi
Kami hadir sepakat merajut angan
Sesuai bersujud ketika matahari kembali keperluan
Masi terasa pelukan do’a di atas sajadah penuh makna
Ma’afkan kami Bunda
Do’aku , do’a bunda yang penuh makna
Yang senantiasa memohonkan ampun
Dosa-dosa kita yang tak pernah berakhir
Do’amu Bunda
Sebagai penyejuk hati yang kadang pecah
Sebagai ujian dan cobaan yan g kadang abis menjebak iman kita
Malam ini mari kita berpetualang mencari ridhonya
Tuk meraih cita dan cintailah Dalam mahliga Surga .
BUNDA ENGKAULAH WANITA TERHEBAT
Sembilan bulan lamanya
Ku berada dalam rahimMu "Bunda"
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia bagi "Bunda"
Akhirnya aku lahirkedunia ini
Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu
Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat
Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia
Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa
Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda
Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya
Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal Kau "Bunda"
Lewat nada merdu
Ku ucap kata "Bunda"
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam
Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam
Ku berada dalam rahimMu "Bunda"
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia bagi "Bunda"
Akhirnya aku lahirkedunia ini
Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu
Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat
Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia
Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda
Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya
Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal Kau "Bunda"
Lewat nada merdu
Ku ucap kata "Bunda"
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam
Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam
Langganan:
Postingan (Atom)