Sabtu, 07 Juli 2012

Ku Harap PadaMu “Bunda”

Harapan

Pohon mawar yang dulu sempat engkau tanam di halaman diriKu kini berbunga
Andai kita tau dari mekarnya bunga itu sebuah petunjuk yang bisa antarkan segumpal kerinduan pada suatu tempat yang terindah
yaitu Kasih SayangMu Bunda
Ingin rasanya aku seperti gerimis
yang bisa sirami keadaan hati kita yang sudah terlanjur menggersang
Aku juga ingin seperti biasa cahaya mentari pagi
yang bisa bubarkan keadaan kita yang dingin dan terlanjur membeku
Aku ingin bergegas pergi dari keadaan
yang engkau telah memberikan waktu yang bisa menyadarkaKu bahwa
engkaulah yang aku butuh
Gelembung air di mataMu yang sempat kau sembunyikan dariku
cukup meyakinkanKu dan tumbuhkan inspirasi bagiku
untuk sebuah rasa yang tertulis di hatiku
Besar harapku pun untuk bisa melukiskan rasa itu agar tetap di hatiKu
dan lahirkan keteguhan di hatiKu
bahwa Engkaulah BundaKu, dan Cinta Pertama dan terakhirKu

Terbenam sinar mentari di sore hari, Terbahas semua makna yang tersimpan
atas tonggak harapan, yang indah belai mataMu sebagai teman mimpiKu
walau terkadang Ku rasa semu
Semua untaian kata manisMu”Bunda”, dimana aku terpesona atas semuanya
mungkin, di esok hari akan tiba lagi waktuKu untuk ungkapkan kembali rasa ini
yang kesekian kalinya ku berharap dan bermimpi tentang yang indah bersamaMu“Bunda”
walau sesaat namun akan selalu Ku rindukan dan kuharapkan kembali
kata cinta, rasa sayang, yang tulus dariMu”Bunda”…

Bias sinar mentari sinari kalbu
sejuta kata bersyair indah
seakan membawa kasih
tuk menyatu dalam arti cinta yang engkau berikan kepadaKu”Bunda”
Wahai kasih”BundaKu”;
Aluran jiwa menjadi nyata
sejuta kata yang indah dan
cintaMu “Bunda” tuangkan dalam gelas nyata
didalam diriKu yang Ku tak akan lupakan untuk selamanya
Ku harapkan cinta ksih yang menjadi nyata dariMu “Bunda”
I LOVE U “BUNDA”

Tidak ada komentar: